
Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno kembali menuai protes. Pasalnya, program rumah dengan DP 0% yang menjadi program andalan pasangan nomor urut 3 tersebut tidak sesuai dengan realita dilapangan. Meski baru menjabat pada Oktober 2017 nanti, masyarakat banyak yang bertanya tentang kelanjutan program tersebut, khususnya yang tinggal di Jakarta. Taruhan Bola
Dari sekian banyak informasi yang saya dapat, tidak ada satupun bank yang menyanggupi pembelian rumah dengan DP 0%. Rata-rata mematok persyaratan DP tertinggi 30% dan terendah 10% dari harga rumah yang akan dibeli. Mengacu pada program yang akan diterapkan oleh Anies-Sandi, pemerintah DKI akan membayar DP sebesar 15%, dengan syarat sebagai berikut : Taruhan Bola
1. Punya penghasilan minimal 7 juta/bulan.
2. Sudah menjadi warga Jakarta minimal 5 tahun sejak pembuatan KTP.
3. Sudah menabung di Bank DKI minimun 6 bulan dengan jumlah tabungan minimal 2.3 juta per bulan.
4. Hunian yg diberikan berupa rumah vertikal atau rusun.
5. Harga rusun maksimal 350 juta
6. DP ditalangi pemprov DKI sebesar 15% dari 350 juta =52,5 juta. DP ini akan dicicil Debitur sesuai ketentuan pemprov DKI.

Berdasarkan hitungan KPR/ KPA bank konvensional
Telah dilakukan simulasi terkait Program DP 0 Persen dengan DP yang ditalangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp 52,5 juta atau 15 persen dari total harga poperti, dalam hal ini rumah susun (rusun). Hasil yang didapat dari kalkulator KPR/KPA BTN adalah bahwa untuk dapat membeli rusun dengan harga Rp 350 juta, calon konsumen harus berpenghasilan lebih dari Rp 7,5 juta per bulan atau minimal Rp 9 juta per bulan. Mengacu aturan BI, cicilan per bulan atau debt service ratio harus 30 persen atau sepertiga dari total penghasilan, dengan besaran tergantung tenor KPR/KPA. Taruhan Bola


Tidak ada komentar:
Posting Komentar